Waspada Informasi di Tahun Politik

Jakarta, PortalInfokom.id – Elemen masyarakat khususnya para elite politik diminta agar tidak gegabah dalam menyampaikan informasi yang belum akurat maupun fakta.
Demikian disampaikan Ketua Aliansi Rukun Tetangga Indonesia, Tomy Sugianto SH dalam bincang publik bertema “Fakta, Data atau Hoax?” di kawasan Tangerang City, Tangerang, Jumat (2/11).
“Khususnya kubu anti Jokowi agar menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta. Jangan bilang tempe setipis ATM, ini kan hoax. Operasi plastik dibilang dikeroyok,” kata Tomy dalam keterangannya di depan Audien.
Lebih lanjut, dia memastikan pihaknya akan mendukung penuh langkah pemerintah dalam memberantas mafia hoax yang bertujuan melemahkan jalannya roda pemerintahan.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, mari wujudkan Pemilu 2019 yang aman tertib, damai berintegritas tanpa hoax, politisasi SARA, ujaran kebencian dan kampanye hitam,” terang Tomy.
Sementara itu, pembicara lain dalam diskusi tersebut, yaitu Ketua Presidium Ikatan Polisi Mitra Masyarakat Indonesia (IPMMI), Suta Widhya SH, MH menilai, kubu Prabowo Subianto banyak menggunakan bahasa hiperbola dan bombastis dalam menyikapi isu terkini.
“Tidak bicara kualitatif tetapi bahasa hiperbola dan lebay. Kubu Prabowo kurang berhati-hati menggunakan data,” sebutnya.
Pengamat politik ini mengingatkan jika kompetitor Jokowi itu membangun narasi hiperbola justru bisa menjadi bumerang bagi Prabowo-Sandi.
“Tidak semua narasi yang dibangun dengan bahasa hiperbola selalu efektif untuk mempengaruhi masyarakat bahkan bisa menjadi boomerang. Karena masyarakat sekarang sudah lebih cerdas,” kata Suta.
“Perang program boleh, asalkan menggunakan data tapi harus valid dan dipertanggung jawabkan,” tutup Suta menambahkan.
Masih dalam diskusi itu, Jurubicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Razman Nasution memastikan, memasuki empat tahun kepemimpinan Jokowi angka kemiskinan menurun dan hal itu berdasarkan data autentik seperti yang dibeberkan BPS.
Dia menuding Cawapres Sandiaga Uno yang mengatakan tempe sekarang setipis kartu ATM, sudah tidak percaya diri dan kerap melontarkan pernyataan yang menimbulkan kegaduhan. (HSW)
%d blogger menyukai ini: