Ustadz Felix Siauw di Kajian Umum Bulanan MTMI

Oleh : Doni Swadarma

Bocah smp yang malang, sepulang sekolah segerombolan pelajar mengeroyoknya dengan brutal. Ia jatuh terkapar, matanya menatap nanar.  Bibirnya yang basah oleh darah itu bergetar, “setidaknya mbok ya aku dikasih tau, apa kesalahanku?”. Salah seorang pengeroyok itu menjawab, ” mata sampeyan itu sipit!”

Itulah sepenggal episode “horor” yang pernah dialami ustadz Felix Siauw, yang diceritakan pada saat menjadi narsum pada Kajian Umum Bulanan Majelis Taklim Mudzakarotul Ikhwan pimpinan Bakti Pane.

“Mustahil saya masuk Islam kalau hanya melihat perilaku muslim. Anak-anak yang mengeroyok saya itu muslim, semua yang pernah bertindak intoleran kepada saya itu muslim, wajar kalau saya bertahun-tahun menjadi Islamphobia. Jadi kalau sekarang banyak yang teriak-teriak Felix Siauw itu intoleran, Felix Siauw itu radikal, telat mas, saya sudah meneriakkan itu sejak smp”, ujarnya ringan.

Mereka yang selalu menyudutkan Islam itu tak bisa mrmbedakan antara islam dan muslim. Islam adalah konsep yang sempurna, detil dan bisa membuat pemeluknya menjadi orang yang lebih baik lagi. Jadi kalau ada muslim yang setelah rajin mengaji malah menjadi intoleran, merasa benar sendiri, mudah menuduh bid’ah berarti ada yang salah dengan pemahaman konsep keislamannya.

Uraian Ustadz Felix Siauw yang cerdas dan bernas serta ditunjang dengan retorika yang menawan, mampu memukau ratusan jamaah yang hadir. Masjid Nurul Huda di bilangan Jl. Haji Nawi Raya itu terlihat sesak oleh jamaah yang membludak.

Saat sesi tanya jawan Ustadz Felix menyentil mereka yang menggembar gemborkan istilah “Islam Nusantara”.

“Bedakan antara Islam Nusantara dengan ekspresi Islam di Nusantara”, ucap ustadz Felix.

“Peci, sarung, halal bi halal, tahlilan, syukuran itu semua adalah contoh ekspresi Islam di Nusantara. Dan itu sah-sah saja. Namun saat mengatakan Islam Nusantara itu lebih baik daripada Islam Arab, karena kami lebih toleran, nasionalis, cinta damai, ramah dll, maka disitulah timbul masalah. Hal itu tak ubahnya dengan iblis yang mengatakan aku lebih baik dari Adam”, jelas ustadz Felix lagi.

Subhanallah! Sungguh penjelasan yang mudah dipahami namun sangat mengena.

Tak terasa dua jam sudah  ustadz felix berbicara di majlis taklim yang dikomandani oleh Bakti Pane ini. Sungguh sayang suasana persatuan umat yang sangat terasa sepanjang berlangsungnya kajian ini harus diakhiri.

 

%d blogger menyukai ini: