Portal Infokom

Media infokom Terpercaya

Tinjau Lokasi Bencana di Tapteng, Gubernur Sumut Sempatkan Temui Keponakan Bonaran

Jakarta, PortalInfokom.id – Kasus penculikan Ametro Pandiangan, keponakan eks Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bonaran Situmeang, menjadi perhatian khusus Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayady.

Gubernur Sumut sengaja menyambangi Kelurahan Pargarutan, Sorkam, Tapteng, Jumat (31/1), guna melihat langsung kondisi Ametro, usai mengunjungi sejumlah lokasi bencana alam di Tapteng. Dikabarkan banjir dan tanah longsor di Kecamatan Barus dan Andam Dewi, Tapteng, telah merenggut sembilan korban jiwa.

Saat bertemu Ametro, Edy langsung menyalami dan menepuk-nepuk bahunya. “Kita akan tindak lanjuti. Negara kita negara hukum,” tegas Edy.

Edy datang bersama rombongan sekitar pukul 08.30 WIB. Kedatangannya disambut ratusan warga setempat, serta pengawalan anggota TNI dan polisi. Warga tampak antusias menyambut kedatangan Edy. Mereka membentangkan sejumlah poster sambil berteriak meminta kasus penculikan Ametro diusut tuntas.

“Tangkap dalang penculikan Ametro,” teriak warga.

Sejumlah ibu-ibu tampak histeris, bahkan ada yang datang dan berusaha sujud di depan Edy.

“Tolong kami pak Gubernur, kami merasa ketakutan dengan kasus penculikan ini, pergi ke kebun saja kami merasa takut, kami takut kejadian ini akan terus terjadi.  Tolong kami pak,  bantulah kami. Apa lagi pelaku penculikan adalah ajudan bupati kami sendiri pak,” ujar sejumlah ibu-ibu sambil menangis kepada Gubernus Sumatera Utara.

Tidak tampak Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani menyambut kedatangan Edy. Menurut informasi, Bakhtiar siang tadi melakukan kunjungan kerja meninjau lokasi banjir yang terjadi di Barus.

Sebelumnya, Ametro Pandiangan diculik oleh sejumlah orang. Belum diketahui apa motif penculikan. Pasalnya, antara Ametro dan pelaku tidak saling mengenal. Belakangan diperoleh informasi, pelaku merupakan anggota polisi aktif, yang bertugas sebagai ajudan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Berkembang spekulasi, bahwa penculikan merupakan intimidasi awal kepada Bonaran, karena kerap menyuarakan agar kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar diusut tuntas. Bonaran merupakan satu dari sekian pesakitan dalam kasus tersebut. Dalam persidangannya, memang nama Bakhtiar kerap disebut. (fys)