Jakarta, Portal Infokom – Pelaksanaan festival olahraga rakyat tahun 2018 yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies-Sandi membuat repot RT/RW, Lurah di wilayah DKI Jakarta.

Pasalnya, dalam kegiatan olahraga sepanjang tahun ini, tidak ada anggaran yang dikucurkan, apalagi dari Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Meski begitu, dalam pelaksanaannya, agar tetap berjalan sukses. RT/RW rela merogoh kocek kantong mereka, walaupun ngos-ngosan.

Seperti diketahui wilayah Jakarta Pusat ada sebanyak 389 RW yang tersebar di 44 kelurahan yang harus mengikuti empat cabang olahraga yang dipertandingkan diantaranya olahraga futsal, bola voli, tenis meja dan catur.

“Kok Gubernur dan Wagub, Anies-Sandi kalau punya program tidak dipikirkan secara matang dan kajian ya. Contohnya kegiatan seperti ini kan tidak sedikit dana yang dikeluarkan. Ini aja baru kegiatan futsal belum kegiatan cabang olahraga lainnya sudah ngos-ngosan,” ucap salah RW di Jakpus, Sabtu (03/03/2018).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Bina Bangun Bangsa (BBB), Nur Ridwan mengatakan, Gubernur DKI Jakarta seharusnya tidak terburu-buru menggelar kegiatan festival olahraga rakyat di tahun 2018 ini secara serentak di DKI Jakarta.

Mempertimbangkan karena kegiatan festival olahraga tersebut membutuhkan biaya dalam pelaksanaan, sedangkan tidak ada anggaran untuk itu.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini memang baik untuk mendekatkan hubungan antar masyarakat, orang tua maupun anak-anak bisa berkumpul di acara olahraga tersebut,” ucap Ridwan.

Meski begitu, kegiatan ini baru diusulkan untuk anggarannya di tahun 2019.

“Yang jadi pertanyaan, dalam hal ini Dinas Pora DKI jangan seperti penonton. Dinas tersebut adalah yang menangani urusan olahraga. Seharusnya mereka memikirkan biaya penyelenggaraan festival olahraga ini karena yang merupakan tupoksi bidang olahraga kok gak ada anggaran ? bisa babak belur kocek pribadi RT, RW dan Lurah,” tandasnya.

Untungnya dalam kegiatan olahraga ini dapat memanfaatkan lahan yang ada, seperti lapangan sekolahan dan lapangan rusun dan atau lapangan lainnya. Walaupun ada sebagian yang menyewa lapangan Futsal.

“Belum lagi harus menyiapkan pakaian seragam futsal, sepatu dan hadiah lainnya. Kasihan RT/RW dan Lurah” pungkasnya. (Van)

https://portalinfokom.id/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180304-WA0168-1024x768.jpghttps://portalinfokom.id/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180304-WA0168-150x150.jpgPortal InfokomBeritaMetropolitandki jakartaJakarta, Portal Infokom - Pelaksanaan festival olahraga rakyat tahun 2018 yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies-Sandi membuat repot RT/RW, Lurah di wilayah DKI Jakarta. Pasalnya, dalam kegiatan olahraga sepanjang tahun ini, tidak ada anggaran yang dikucurkan, apalagi dari Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Meski begitu, dalam...Media Informasi dan Komunikasi