RKI : Bangkit, Bergerak, Berubah atau Punah

Jakarta, Portal Infokom – Rumah Kebangkitan Indonesia meluncurkan buku edukasi kebangsaan, berjudul “Bangkit, Bergerak, Berubah atau Punah”. Buku ini dicetak dengan maksud sebagai “buah tangan” untuk para undangan yang hadir pada acara “Ngobrol Bersama Tokoh : Apa Kata Mereka”, dalam rangka Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2018 dan HUT ke-56 Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia – DPP DKI Jakarta (IARMI DPP DKI JAKARTA), di Gedung Konvensi Taman makam Pahlawan Nasional – Kalibata, Jakarta Selatan (20 Mei 2018).

Buku yang disusun oleh Mayjen TNI (Purn) Prijanto ini berisi kumpulan tulisan dari beberapa Pemrakarsa “Gerakan Kebangkitan Indonesia” dan para penulis yang pernah dimuat di berbagai media massa, seperti Bambang Wiwoho, Jend TNI (Purn) Djoko Santoso, Hariman Siregar, Taufiequrachman Ruki, Hatta Taliwang, Samuel Lengkey, Heppy Trenggono, Salamuddin Daeng, dan tentu saja Mayjen Prijanto sebagai penyusun, yang dinilai tulisan-tulisan itu memiliki kaitannya dengan tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2018 ini.

Harapannya semoga dengan buku ini bisa menggugah para pembaca untuk ‘Bangkit dan Bergerak’, baik hati, pikiran, ucapan maupun perilakunya, sesuai dengan kapasitas, peran dan kesempatan yang dimilikinya, dalam mengelola semua aspek kehidupan ‘Panca Gatra’ dan faktor yang melekat pada negara ‘Tri Gatra’, ‘Berubah’ menjadi ‘Ketahanan Nasional’ untuk mendukung terwujudnya cita-cita Indonesia yang “Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Aman, Tentram, Adil dan Makmur”.

“mendukung terwujudnya cita-cita Indonesia yang “Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Aman, Tentram, Adil dan Makmur”.

Maka apabila kita abai, lengah, tidak peduli, masa bodoh atas perkembangan lingkungan strategis global, regional dan nasional sehingga tidak bersedia ‘Bangkit, Bergerak dan Berubah’ maka tidak ada kata lain yang tepat, yaitu kita akan ‘Punah’.

Pemikiran semacam ini hendaknya tidak dianggap atau dinilai sebagai sikap ‘paranoid’. Sikap ini tumbuh karena adanya rasa cinta kepada negara dan bangsa Indonesia, dalam wujud ‘kewaspadaan’. Demikian kata Mantan Aster Kasad, Prijanto dalam prakata bukunya itu.

Adapun pada acara tersebut, yang dimoderator oleh Hendrajit (Executive Dir. Global Future Institute), turut dihadiri oleh Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso (Mantan Panglima TNI), Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo (Mantan Kasad), Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno (Mantan Kasal), Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat (Mantan Kasau), tokoh Malari ’74 Hariman Siregar, mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, Heppy Trenggono, Ibnu Tadji, Bakri Abdullah, Bambang Wiwoho, Edwin Soekowati, John Mempi, Ichsanudin Noorsy, Salamuddin Daeng, Datep Purwa Saputra (Ketua IARMI DPP DKI Jakarta), Ariza Patria, Raden Umar (Komandan Menwa Jayakarta), para perwakilan raja dan sultan nusantara, serta sederet tokoh lainnya. Selain itu juga ada hadir dari PEPABRI, LVRI, PPAD, PPAL, PPAU, PP POLRI Metro Jaya, FKPPI, PEMUDA PANCASILA, PPM, Brigade 08, Sahabat Weka, Bina Bangun Bangsa, serta mahasiswa dan menwa dari berbagai universitas. (mad)

%d blogger menyukai ini: