Aliansi Mahasiswa Jakarta Minta KPK Tangkap Ali Mazi, Gubernur Sulawesi Tenggara

Jakarta, PortalInfokom.Id – Aliansi Mahasiswa Jakarta (AMJ) mengadakan aksi tuntutan kepada KPK untuk segera menangkap Ali Mazi, Gubernur Sulawesi Tenggara, yang diduga keras banyak melakukan penyalahgunaan jabatan dan korupsi di pemerintahannya. Aksi mahasiswa itu dilakukan depan Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta. (28/06/2019)

Tak cukup dengan pat gulipat pengurusan perpanjangan Hotel Sultan, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi disebut-sebut menyalahgunakan wewenangnya untuk jual beli jabatan.

Isu tersebut santer terdengar di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari, tempat beliau memerintah.

“Ali Mazi itu pemain. Orang-orang yang ingin menduduki jabatan tertentu, pasti menghubungi dia. Dengan kewenangan dan kekuasaannya, kan mudah saja dia menentukan jabatan seseorang, tapi tentu saja harus ada imbalannya, ” kata Ketua Aliansi Mahasiswa Jakarta, Frans.

Dalam keterangan pers yang dikeluarkan AMJ, menurut sumber, modus yang dilakukan Ali Mazi dalam melakukan jual beli jabatan, melibatkan orang,-orang dekatnya.

Persoalan lain yang mengusik adalah pembangunan dermaga yang terlerak disebelah sekolah SD Boinaga, sehingga mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah tersebut.

Pembangunan dermaga yang tidak memiliki Amdal itu diduga dilakukan oleh adik kandung Ali Mazi bernama Sahrin, pemilik perusahaan Tambang PT Daka Group.

Tidak adanya kajian amdal itu bertentangan dengan perinsip-prinsip lingkungan hidup, tetapi terkesan ada pembiaran oleh Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara sebab perusahaan yang membangun milik adik kandung Gubernur,  sementara perusahaan lain di persulit.

Menurut hasil investigasi, isteri Ali Mazi yang bernama Agista, melakukan kutipan liar kepada setiap perusahaan tambang nikel yang akan mengajukan RKAB, harus melakukan Setoran, dengan tiga kategori.

Berdasarkan permintaan kuota yang diajukan dalam rangka penjualan nikel 200- 500 dan satu milyar per satu IUP. Di samping itu, dia juga menekan kepada setiap pemilik IUP bila melakukan nikel ore, harus menyetor 30- 50 jt per tongkang.

Menurut hasil investigasi, saudara kerabat Ali Mazi sudah ditangkap oleh KPK di Bali. Tapi karena ada tekanan dan perlindungan dari elite politik dan pengusaha besar di Republik ini, mereka di bebaskan dan tidak diperiksa lebih lanjut. Bahkan yang bersangkutan berlindung di Kantor DPP salah satu partai besar.

Ali Mazi merupakan orang kuat di Sulawesi Tenggara.  Pada periode pertama jabatannya dia pernah dijadikan tersangka oleh KPK dan Kejaksaan Agung dalam kasus perpanjangan HGB Hotel Hilton Jakarta.

Namun Ali Mazi tidak pernah ditahan, dan kembali terpilih dalam Pilkada Sultra tahun 2018.

Maka tuntutan AMJ adalah : Periksa dan Tangkap Ali Mazi, dan Copot Ali Mazi sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara karena telah menyalahgunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. (Adm)